“Metro TV on Campus” merupakan pelatihan Jurnalistik yang di adakan oleh Universitas Budi Luhur dengan Metro TV. Acara yang dilaksanakan pada Kamis, 18 April 2013 pukul 09.00-17.00 ini dibuat 5 sesi dengan menghadirkan Pembicaranya yang tidak tanggung – tanggung, mereka semua merupakan presenter berita yang berpengalaman dan lama berkecimpung di dunia Jurnalistik.
Pembicara yang hadir diantaranya Zelda Savitri, Sumi Yang, Ralph Tampubolon, Putra Nababan dan Prabu Revolusi.Acara dimulai dengan pembicara pertama :
"Produksi TV Berita"
Produksi Berita adalah proses perjalanan bagaimana sebuah peristiwa kemudian bisa disaksikan dilayar kaca. Dalam Liputan ada beberapa Tahapan :Penugasan, Persiapan liputan, Liputan, materi berita dan produksi berita.Dalam produksi berita pasti ada praproduksi yang dimulai dengan rapat redaksi yang membahas tentang:
Ø Ada berita apa?Ø Adakah follow up dari berita kemarin?Ø Ditayangkan dimana ?Ø Dalam bentuk apa?Ø Susunannya seperti apa?Untuk memastikan materi layak tayang harus melewati Traffic dan Quality Control pada hal ini tidak hanya Departemen Kemnas yang berkepentingan namun ada keterlibatan selfdepartment, sponsorship dan programing semua tahap ini dilakukan dengan teliti sehingga tercapai ZiroMistake. Bekerja distasiun Tv Berita yaitu jurnalistik, cita rasa seni dan keahlian menggunakan alat komunikasi. Berita regular terbagi 2 yaitu news gathering dan news production.Selain itu juga Zelda membagi pengalaman suka dan dukanya menjadi seorang Jurnalis.
Sesi kedua Pembicara :
Sumi Yang"Jurnalisme Warga"
1.Semua bisa menjadi wartawan, sehingga dipastikan masyarakat subjek sekaligus objek berita.2.Filosofinya adalah to share (keinginan untuk berbagi kepada sesama)3.Penyajian berita tidak terikat bahasa penulisan jurnalistik dan tak terikat oleh suatu deadline.4.Merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menyuarakan pendapat.Media yang dapat dijadikan wadah citizen journalism :· Facebook· Twitter· Ustream· Forum-forum dan mailing list· Personal Blog· Serta model-model sosial media yang lainnya
Ia juga memberikan pendapat “Jurnalisme warga saat ini sangat penting berperan, karena dengan kamera yang begitu kecil (Hand Phone) kita dapat menangkap moment yang memiliki news value yang biasa di sebut ‘Golden Moment’, jadi jangan pernah melewatkan peristiwa di sekitar kita”.
Sesi ke Tiga Pembicara :
Ralph Tampubolon
Presentasi itu ada dua, ada lisan juga tulisan. Dalam presentasi tulisan, presenter tidak terlihat oleh audiens, jika pada presentasi lisan, audiens melihat presenter. Pada prinsipnya seorang presenter dalam proses presentasi melakukan proses pembelajaran, yaitu menjelaskan informasi sejelas-jelasnya kepada audien. Kemampuan utama yang diperlukan oleh presenter dalam pembelajaran secara sukses adalah sebagai berikut.
Sesi Ke Empat Pembicara:
Putra Nababan"Produksi Berita TV"
Pembicara mengenalkan Pembicara mengenalkan apa itu TV berita, karakteristiknya, kelebihan dan kekurangannya tv berita dan bukan tv berita. Kemudian tidak lupa juga share pengalaman selama menjadi insan media. Konteksnya dari Tv berita itu aktual, ringkas, kode etik, realitas lapangan dan fiksi dan non fiksi sangat terikat dengan waktu. Tv berita sangat terbatas, tidak boleh ngarang, dilarang lebay, apalagi tidak boleh sombong. Bahasa yang digunakan formal, lugas dan bebas dari sara.
Sesi Ke Lima (Penutup) Pembicara :
Ia juga memberikan tips bagaimana mengurangi ke canggungan berbicara di muka umum atau di depan kamera. Agar kita dapat menghilangkan grogi saat berbicara di muka umum, kita harus menguasai tema yang kita ingin bicarakan, perhatikan, lihat seksama, dan diskripsikan dengan baik. Adapun cara yang banyak di lakukan para presenter adalah membawa benda yang membuat kita nyaman, salah satu contoh Pena, “bawalah pena kesayangan anda jika anda sudah merasa nyaman dengan pena tersebut, alhasil tingkat kepanikan dan rasa grogi anda sedikit berkurang”.
Kesimpulan dari seminar ini adalah,agar mahasiswa mau ikut andil dalam kegiatan reportase karena saat ini sesuai perkembangan teknologi, mahasiswa dapat menjadi wartawan atau biasa disebut citizen journalism. memberikan stimuli kepada mahasiswa/i tentang dunia jurnalistik, membangun rasa jurnalistik kita dan menyadarkan kita bahwa menjadi seorang jurnalis tidak mudah dan tidak semenyenangkan apa yang menjadi bayangan kita selama ini, namun kita akan merasa senang dan bangga ketika berita kita benar – benar mewakili masyarakat di luar sana, dan kita mampu melayani dengan penuh dedikasi yang tinggi.
UTS Cyber Communication
Nama : Riska Prasisca
Nim : 1171500919